{"id":1524,"date":"2022-06-23T09:01:48","date_gmt":"2022-06-23T02:01:48","guid":{"rendered":"https:\/\/hendritanjung.com\/?p=1524"},"modified":"2022-06-23T09:01:48","modified_gmt":"2022-06-23T02:01:48","slug":"pelatihan-manajemen-wakaf","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hendritanjung.com\/en\/2022\/06\/23\/pelatihan-manajemen-wakaf\/","title":{"rendered":"Pelatihan manajemen wakaf"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1600\" height=\"1200\" data-id=\"1526\" src=\"https:\/\/hendritanjungcom.files.wordpress.com\/2022\/06\/whatsapp-image-2022-06-23-at-08.18.11.jpeg?w=1024\" alt=\"\" class=\"wp-image-1526\" srcset=\"https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/whatsapp-image-2022-06-23-at-08.18.11.jpeg 1600w, https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/whatsapp-image-2022-06-23-at-08.18.11-300x225.jpeg 300w, https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/whatsapp-image-2022-06-23-at-08.18.11-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/whatsapp-image-2022-06-23-at-08.18.11-768x576.jpeg 768w, https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/whatsapp-image-2022-06-23-at-08.18.11-1536x1152.jpeg 1536w\" sizes=\"auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<p>JAKARTA, 15 mei 2022<\/p>\n\n\n\n<p>Data dari Badan Wakaf Indonesia (BWI) Maret 2022 menunjukkan, potensi wakaf di Indonesia amat besar. BWI mencatat, total aset wakaf berupa tanah di Indonesia mencapai 56.134,75 hektar yang tersebar di 428.820 lokasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Sayangnya, potensi besar ini belum benar-benar optimal. Selain minimnya literasi mengenai wakaf di tengah masyarakat, faktor lain yang&nbsp;melatarbelakanginya adalah terbatasnya kapasitas pengelolaan harta benda wakaf yang dimiliki nazhir (pengelola wakaf).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Guna mengakselerasi penguatan karakter dan peningkatan kapasitas nazhir, serta mendorong spirit wirausaha muslim untuk aktif berkontribusi untuk memprodutifkan walaf, badan litbang dan kementrian agama RI, menggelar Pelatihan Manajemen wakaf.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-2 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1600\" height=\"1200\" data-id=\"1531\" src=\"https:\/\/hendritanjungcom.files.wordpress.com\/2022\/06\/whatsapp-image-2022-06-23-at-08.18.11-1.jpeg?w=1024\" alt=\"\" class=\"wp-image-1531\" srcset=\"https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/whatsapp-image-2022-06-23-at-08.18.11-1.jpeg 1600w, https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/whatsapp-image-2022-06-23-at-08.18.11-1-300x225.jpeg 300w, https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/whatsapp-image-2022-06-23-at-08.18.11-1-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/whatsapp-image-2022-06-23-at-08.18.11-1-768x576.jpeg 768w, https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/whatsapp-image-2022-06-23-at-08.18.11-1-1536x1152.jpeg 1536w\" sizes=\"auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<p>Dalam kegiatan tersebut, Kementrian Agama RI menghadirkan narasumber dari beberapa ahli dan pakar di bidang wakaf, diantaranya yaitu Ketua LPP BWI Hendri Tanjung, Pada pelatihan ini, 30 peserta tak hanya mendalami materi tenntang pengelolaan wakafnya saja, akan tetapi  peserta juga  memahami bagaimana cara memproduksikan wakaf, sehingga aset berupa harta atau benda wakaf dapat menghasilkan kebaikan bagi sesama.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cWakaf itu tidak hanya menahan harta agar kekal tapi bagaimana nazir di sini sebagai pengelola dapat memproduktifkan wakaf sehingga dapat terus menghasilkan manfaat. Ini yang penting,\u201d ujar H Hendri tanjung dalam penyampaian materinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, lanjut dia, nazhir harus bisa mengembangkan harta wakaf guna memaksimalkan hasil dari pengelolaan wakaf untuk kegiatan sosial. \u201cAda beberapa contoh negara yang sudah mengembangkan wakaf produktif. Misalnya di Turki. Pengelolaannya sudah sangat produktif, jadi tidak heran ada banyak fasilitas untuk masyarakat yang didanai dari hasil wakaf produktif. Seperti pendidikan, kesehatan, sampai bantuan untuk keluarga pra sejahtera,\u201dkata\u00a0H Hendri Tanjung.<\/p>\n\n\n\n<p>Maka, bukan tidak mungkin Indonesia juga dapat melakukan hal serupa, bahkan lebih. Karena potensinya yang begitu besar. \u201cTinggal kompetensi nazirnya mengelola dan dipersiapkan. Karena mengelola wakaf yang begitu besar juga harus diiringi dengan kapasitas nazir. Karena itu, penting bagi nazir untuk membekali diri dengan dengan ilmu dan skill dalam pelaksanaan penerimaan harta wakaf,\u201d H Hendri tanjung.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMasih banyak tanah wakaf yang belum produktif dan belum dimanfaatkan secara baik. Untuk memaksimalkan potensi wakaf maka perlu adanya nazhir wakaf yang kompeten,\u201d jelas Hendri Tanjung.<\/p>\n\n\n\n<p>Badan litbang dan kementrian agama RI, menggelar Pelatihan Manajemen wakaf., guna mengakselerasi penguatan pengelolaan wakaf dan peningkatan kapasitas nazir. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, 15 mei 2022 Data dari Badan Wakaf Indonesia (BWI) Maret 2022 menunjukkan, potensi wakaf di Indonesia amat besar. BWI mencatat, total aset wakaf berupa tanah di Indonesia mencapai 56.134,75 hektar yang tersebar di 428.820 lokasi. Sayangnya, potensi besar ini belum benar-benar optimal. Selain minimnya literasi mengenai wakaf di tengah masyarakat, faktor lain yang&nbsp;melatarbelakanginya adalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1526,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-1524","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-coverage"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1524","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1524"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1524\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1526"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1524"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1524"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1524"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}