{"id":267,"date":"2022-01-19T10:47:42","date_gmt":"2022-01-19T03:47:42","guid":{"rendered":"https:\/\/hendritanjung.com\/?p=267"},"modified":"2022-01-19T10:47:42","modified_gmt":"2022-01-19T03:47:42","slug":"ramadhan-zakat-dan-ikhlas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hendritanjung.com\/en\/2022\/01\/19\/ramadhan-zakat-dan-ikhlas\/","title":{"rendered":"RAMADHAN, ZAKAT DAN IKHLAS"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam bukunya <em>The Cultural Atlas of Islam<\/em>, Sepasang suami istri Ismail R. Al-Faruqi dan Lois Lamya Al-Faruqi menulis bahwa Ramadhan adalah bulan simpati terhadap orang miskin yang merupakan mayoritas manusia.&nbsp; Simpati itu diwujudkan dalam bentuk memberikan sedekah kepada faqir miskin.&nbsp; Banyak sekali perintah Allah dalam Al-qur\u2019an untuk bersedekah kepada orang-orang miskin, baik yang meminta maupun yang tidak meminta karena menjaga kehormatan diri.&nbsp; Namun, sedekah ini masih bersifat sukarela, artinya, sedekah itu tidak ditentukan waktunya, dan tidak ditentukan jumlahnya.&nbsp; Sehingga, sedekah seperti itu sangat tergantung pada niat baik si pemberi.&nbsp; Akibatnya, sedekah tidak dapat dipercaya secara teratur dan permanen memenuhi kebutuhan masyarakat.&nbsp; Demikian tutur suami istri Ismail dan Lois Al Faruqi ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, Zakat yang merupakan sedekah wajib, disyariatkan untuk diambil dari orang kaya dan disalurkan ke orang miskin.&nbsp; Berbeda dengan sedekah, zakat ini ditentukan waktunya (setelah mencapai haul satu tahun hijriyah) dan ditentukan jumlahnya (2,5% dari harta).&nbsp; Karena waktu dan jumlahnya ditentukan, maka zakat diharapkan dapat secara permanen memenuhi kebutuhan masyarakat miskin.&nbsp; Karena dipercaya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat miskin lah maka zakat harus dikelola oleh amil zakat yang ditunjuk oleh pemerintah.&nbsp; Amil zakat ini adalah pekerjaan mulia karena bertujuan mulia, yaitu mengentaskan kemiskinan.&nbsp; Karena pekerjaan mulia tersebut, maka amil zakat berhak mendapatkan bagian dari harta zakat itu sendiri seperti yang dicantumkan Al-qur\u2019an (Lihat Qs At Taubah 9 ayat 60).<\/p>\n\n\n\n<p>Yang uniknya, dalam rangka beribadah kepada Allah, kedua rukun Islam ini, baik puasa ramadhan maupun zakat, diperintahkan oleh Allah dilakukan dengan ikhlas, bukan karena ria (Qs&nbsp; Al Bayyinah , 98 ayat 5).&nbsp; Nampaknya, inilah yang menjadi kunci dari pelaksanaan amal puasa dan zakat itu.&nbsp; Puasa kalau dilakukan dengan ikhlas hanya mencari keridhoan Allah, maka akan muncul suatu sifat pengendalian nafsu yang sangat baik.&nbsp; Nafsu manusia yang cukup besar adalah nafsu terhadap harta.&nbsp; Hal ini dikarenakan manusia sangat mencintai harta dengan kecintaan yang luar biasa (Qs Al Fajr, 89 ayat 20).&nbsp; Bagi orang yang dapat mengendalikan nafsunya pada harta, maka akan muncul kedisiplinan dirinya dalam membayar zakatnya yang notabene mengeluarkan sebagian hartanya bagi orang miskin.&nbsp; Hal ini karena pada sebagian harta orang kaya terdapat hak orang miskin (Qs Al Maarij, 70 ayat 24-25).&nbsp; Biasanya, orang pada umumnya \u2018enggan\u2019 mengeluarkan hartanya untuk orang lain.&nbsp; Nah, ke\u2019enggan\u2019an ini akan dapat diperangi dengan disiplin diri yang muncul dari keikhlasan dalam melakukan ibadah puasa.&nbsp; Jadi, ibadah puasa ramadhan yang dilakukan dengan ikhlas akan mendorong untuk membayar zakat dengan ikhlas.&nbsp; Inilah harmoni yang luar biasa dari ibadah yang dilakukan dengan ikhlas.<\/p>\n\n\n\n<p>Bicara \u2018ikhlas\u2019, akan menimbulkan pertanyaan besar, apa sebenarnya \u201cikhlas\u201d itu?&nbsp; Ada yang menganalogikan ikhlas itu adalah ibarat susu murni.&nbsp; Kalau susu itu dicampur dengan air, berarti tidak murni lagi.&nbsp; Atau, bila susu itu dicampur dengan teh, maka bukan susu murni lagi, tetapi sudah jadi teh susu.&nbsp; Begitu juga dengan ikhlas, yang diartikan mengerjakan sesuatu karena Allah saja, bukan karena yang lain.&nbsp; Kalau ada sedikit saja unsur berpuasa bukan karena Allah, maka tidak ikhlas puasanya.&nbsp; Kalau membayar zakat niatnya karena takut sama atasan yang menginstruksikan bawahan untuk membayar zakat, bukan ikhlas zakatnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kitabnya <em>Ihya Ulumuddin<\/em>, bab Ikhlas, Imam Ghazali membuat analogi yang sangat menarik.&nbsp; Imam ghazali menulis: \u201dIlmu itu bibit. Amal itu menanam.&nbsp; Airnya itu keikhlasan\u201d. Analogi ini sangat luar biasa.&nbsp; <em>Pertama<\/em>, kalau kita menanam suatu tanaman, katakanlah padi, maka bibit padi harusnya yang terbaik.&nbsp; Kalau bibitnya seadanya, dipastikan hasil panennya juga seadanya.&nbsp; Jadi posisi bibit yang diperankan oleh ilmu, sangat penting untuk menentukan kualitas hasil suatu amal.&nbsp; Kalau amal dilakukan dengan ilmu yang seadanya, maka hasil amalnya juga akan seadanya.&nbsp; &nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kedua, kalau bibit sudah baik, diperoleh kualitas terbaik, tapi tidak ditanam, maka dipastikan bibit tersebut tidak berguna.&nbsp; Apalah artinya bibit kalau tidak ditanam, dibiarkan saja kena panas.&nbsp; Pasti bibit itu akan kering dan rusak.&nbsp; Apalah artinya ilmu kalau tidak diamalkan.&nbsp; Ilmu yang tidak diamalkan tidak akan menghasilkan apa-apa bagi orang yang berilmu itu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ketiga, Bibit sudah baik, kemudian ditanam, tapi tidak ada airnya, maka tidak akan tumbuh subur padinya.&nbsp; Bisa bisa terjadi <em>fuso<\/em> kekeringan dan gagal panen.&nbsp; Inilah kalau ilmu yang diamalkan tanpa keikhlasan, bisa-bisa tidak menghasilkan apa-apa.&nbsp; Bahkan bagi orang yang menanamnya mengalami kerugian yang sangat besar, rugi uang karena sudah membeli bibit kualitas baik.&nbsp; Rugi tenaga karena sudah menanam dengan susah payah.&nbsp; Ilmu yang baik, kemudian diamalkan tanpa keikhlasan tidak akan menghasilkan apa-apa di sisi Allah.&nbsp; Rugi waktu menuntut ilmu dan rugi tenaga mengamalkannya.&nbsp; Alangkah bodohnya seorang hamba yang sudah menanam bibit kualitas baik, tapi tidak memberi airnya, sama bodohnya dengan hamba yang mengamalkan ilmunya tanpa menghadirkan \u2018ikhlas\u2019 dalam dirinya.&nbsp; <em>Naudzubillahi min zalika<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8212;Wallahu A\u2019lam&#8212;<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis: H. hendri Tanjung, Ph.D<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam bukunya The Cultural Atlas of Islam, Sepasang suami istri Ismail R. Al-Faruqi dan Lois Lamya Al-Faruqi menulis bahwa Ramadhan adalah bulan simpati terhadap orang miskin yang merupakan mayoritas manusia.&nbsp; Simpati itu diwujudkan dalam bentuk memberikan sedekah kepada faqir miskin.&nbsp; Banyak sekali perintah Allah dalam Al-qur\u2019an untuk bersedekah kepada orang-orang miskin, baik yang meminta maupun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":269,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-267","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-knowledge"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/267","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=267"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/267\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/269"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=267"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=267"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=267"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}