{"id":621,"date":"2022-02-12T11:45:40","date_gmt":"2022-02-12T04:45:40","guid":{"rendered":"https:\/\/hendritanjung.com\/?p=621"},"modified":"2022-02-12T11:45:40","modified_gmt":"2022-02-12T04:45:40","slug":"bwi-ajak-sosialisasi-pentingnya-wakaf-secara-masif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hendritanjung.com\/en\/2022\/02\/12\/bwi-ajak-sosialisasi-pentingnya-wakaf-secara-masif\/","title":{"rendered":"BWI Ajak Sosialisasi Pentingnya Wakaf Secara Masif"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Hidayatullah.com<\/strong>\u2013 Melihat potensi besar wakaf di Indonesia, anggota Badan Wakaf Indonesia (BWI), Dr Hendri Tanjung menyatakan bahwa hal tersebut masih memiliki banyak tantangan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSalah satunya belum sampai ilmunya ke masyarakat, belum masif sosialisasinya ke masyarakat,\u201d katanya kepada koresponden&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.hidayatullah.com\/\"><strong><em>hidayatullah.com<\/em><\/strong><\/a>&nbsp;di sela-sela kunjungannya ke Islamabad, Pakistan, belum lama ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Hendri mengungkapkan bahwa sosialisasi tersebut tidak hanya menjadi tugas BWI sebagai lembaga wakaf di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTapi juga tugas seluruh masyarakat Indonesia, seluruh ulama, seluruh orang yang ngerti. Sebab kalau hanya tugas BWI cuma 25 orang anggotanya, ulama menyampaikan di khutbah Jumat, misalnya,\u201d tutur Hendri.<\/p>\n\n\n\n<p>BWI pun mengajak segenap elemen masyarakat untuk melakukan sosialisasi secara masif akan pentingnya wakaf.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk diketahui, BWI memiliki perwakilan di 34 provinsi di Indonesia dengan 11 anggota di setiap provinsi.<\/p>\n\n\n\n<p>Alumnus International Islamic University of Islamabad (IIUI) ini mengatakan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia masih belum mengetahui tentang wakaf.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJadi kita perlu kerja keras. Lewat pengajian. Harus dari semua media, cetak, elektronik, sosial, kita harus memunculkan meme-meme ajakan wakaf, mungkin video pendek beberapa menit tentang pentingnya wakaf,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Keuntungan wakaf, kata Hendri, tidak hanya bisa dirasakan ketika di dunia saja. Hendri menambahkan bahwa keuntungan berupa pahala akhirat juga akan didapatkan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPahala akhiratnya umur kita panjang, dikenang. Utsman bin Affan sampai sekarang pahalanya terus mengalir. Makanya dalam hadits, kan, ketika meninggal amalan yang tidak terputus yang pertama adalah shodaqoh jariyah,\u201d tukas Hendri.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia juga mengatakan, Indonesia mempunyai potensi wakaf yang sangat besar. \u201cKarena orang Indonesia orangnya jiwa memberi dan menolongnya kuat. Mereka ingin menolong orang lain itu cepet tersentuh,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, saat penggalangan dana untuk Palestina, masyarakat Indonesia begitu ringan tangan memberikan bantuan.<\/p>\n\n\n\n<p>Hendri juga mengatakan bahwa wakaf bisa menjadi jantung ekonomi di Indonesia. Bahwa wakaf bisa disinergikan dengan bagian-bagian lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cWakaf (disinergikan) dengan haji misalnya. Itu kan orang-orang (daftar haji) yang artinya punya duit, kita minta aja setiap jamaah haji wakaf Rp 100.000 uang&nbsp;<em>cash<\/em>. Kita punya 210.000 jamaah haji per tahun, dikali Rp 100.000, itu udah Rp 21 miliar per tahun,\u201d jelas peraih gelar Doktor Ekonomi dari International Islamic University of Islamabad (IIUI) ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan dana wakaf yang terkumpul tersebut, jelasnya, bisa digunakan untuk membangun rumah sakit atau sesuatu lainnya yang dapat menguntungkan umat.*&nbsp;<strong><em>Adin<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Rep: Admin Hidcom<br>Editor: Muhammad Abdus Syakur<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber : <a href=\"https:\/\/www.hidayatullah.com\/berita\/ekonomi-syariah\/read\/2019\/07\/17\/167829\/bwi-ajak-sosialisasi-pentingnya-wakaf-secara-masif.html\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">https:\/\/www.hidayatullah.com\/berita\/ekonomi-syariah\/read\/2019\/07\/17\/167829\/bwi-ajak-sosialisasi-pentingnya-wakaf-secara-masif.html<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hidayatullah.com\u2013 Melihat potensi besar wakaf di Indonesia, anggota Badan Wakaf Indonesia (BWI), Dr Hendri Tanjung menyatakan bahwa hal tersebut masih memiliki banyak tantangan. \u201cSalah satunya belum sampai ilmunya ke masyarakat, belum masif sosialisasinya ke masyarakat,\u201d katanya kepada koresponden&nbsp;hidayatullah.com&nbsp;di sela-sela kunjungannya ke Islamabad, Pakistan, belum lama ini. Hendri mengungkapkan bahwa sosialisasi tersebut tidak hanya menjadi tugas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":626,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-621","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-coverage"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/621","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=621"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/621\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/626"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=621"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=621"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hendritanjung.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=621"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}