Tidur merupakan aktivitas harian yang seringkali dianggap biasa, namun dalam perspektif spiritual Islam, tidur adalah momen refleksi mendalam tentang kematian. Buya Hendri Tanjung menjelaskan bahwa doa sebelum tidur, “Bismika Allahumma ahya wabismika amut”, secara eksplisit menyebutkan kata “mati”. Hal ini menandakan bahwa saat memejamkan mata, seseorang sebenarnya sedang memasuki alam “kematian kecil” di mana kontrol diri sepenuhnya hilang, mirip dengan kondisi orang yang telah wafat. Dengan menyadari bahwa setiap malam kita bersiap menghadapi kematian, hati akan menjadi lebih terjaga dan rendah hati.

Kualitas spiritual seseorang seringkali tercermin dalam mimpinya. Bagi para Nabi, mimpi adalah wahyu yang benar, namun bagi manusia biasa, mimpi umumnya dipengaruhi oleh aktivitas dan pikiran di siang hari. Islam mengajarkan adab tertentu saat menghadapi mimpi buruk, seperti meludah tipis ke kiri tiga kali dan memohon perlindungan kepada Allah agar pengaruh buruk mimpi tersebut tidak berdampak pada kondisi fisik maupun psikis saat terbangun. Ketenangan hati dimulai dari bagaimana seseorang mengelola pikiran sebelum beristirahat.

Momen bangun pagi adalah sebuah anugerah “kehidupan kembali”. Doa bangun tidur yang berbunyi “Alhamdulillahilladzi ahyana ba’dama amatana…” menegaskan bahwa Allah telah menghidupkan kita setelah mematikan kita dalam tidur. Buya Hendri menekankan bahwa secara filosofis, setiap hari kita mengalami “ulang hari” atau kelahiran kembali. Kesadaran bahwa hari ini bisa jadi merupakan kesempatan terakhir akan mendorong seseorang untuk memaksimalkan ibadah dan berbuat baik tanpa ada rasa sombong atau angkuh.

Untuk melembutkan hati, sangat penting bagi setiap Muslim untuk melakukan penyerahan diri secara total kepada Allah sebelum tidur. Praktik ini melibatkan evaluasi diri atas kesalahan yang dilakukan seharian, memohon ampun kepada Allah, serta memaafkan kesalahan orang lain dengan tulus tanpa menunggu mereka meminta maaf. Dengan sikap pasrah total dan merasa kecil di hadapan Sang Pencipta, seseorang akan bangun dengan semangat baru untuk menjadi hamba yang bertaqwa dan memiliki hati yang lebih lembut di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *