BOGOR – Bertempat di Masjid Al I’tisham, Perumahan Budi Agung, Buya H. Hendri Tanjung, Ph.D. menyampaikan khotbah Jumat yang menggugah jiwa dengan tema “Fenomena Pergi dan Pulang”. Dalam materinya, beliau mengajak jemaah untuk merenungkan hakikat perjalanan hidup manusia yang diibaratkan seperti rutinitas harian pekerja.
Filosofi Perjalanan Harian
Buya Hendri mengawali khotbahnya dengan menggambarkan kemacetan arus lalu lintas, seperti di jalan tol Jagorawi, di mana ribuan orang pergi di pagi hari untuk mencari nafkah dan kembali pulang di sore hari. Beliau menekankan bahwa motivasi utama seseorang merasa senang saat pulang adalah ketika tugas terselesaikan dengan baik, mendapat dukungan dari lingkungan, dan disambut dengan cinta oleh keluarga di rumah. Sebaliknya, perjalanan pulang akan terasa hampa jika diwarnai konflik dan ketidaksiapan.
Perjalanan Menuju Keabadian
Lebih jauh, Buya Hendri menarik korelasi fenomena ini ke dalam siklus kehidupan manusia. “Kita terlahir dari rahim ibu, itu adalah momen kita ‘pergi’ menuju lorong waktu kehidupan. Dan kita akan ‘pulang’ saat menuju alam kubur,” ujar beliau.
Beliau menekankan beberapa poin penting agar kepulangan kita menuju Allah SWT menjadi indah:
- Membawa Oleh-oleh (Bekal): Sama halnya dengan pulang kampung, manusia tidak boleh pulang ke akhirat dengan tangan hampa. Oleh-oleh utama yang harus disiapkan adalah Iman dan Amal Saleh.
- Teman Perjalanan yang Baik: Kita memerlukan lingkungan orang-orang saleh, keluarga yang mendoakan, dan jemaah yang saling mendukung agar perjalanan menuju “pulang” tidak terasa berat.
- Pulang dengan Cinta: Jika kita pulang kepada Allah dengan membawa rasa cinta dan amal saleh, maka Allah pun akan menyambut kita dengan cinta-Nya yang luas.

Penutup
Di akhir khotbahnya, Buya Hendri Tanjung mengingatkan bahwa masa antara lahir dan masuknya kita ke liang lahad adalah waktu singkat untuk menyiapkan “oleh-oleh” terbaik. Beliau mengajak seluruh jemaah untuk memanfaatkan sisa usia dengan memperbanyak variasi amal saleh sebagai bekal kepulangan yang hakiki