Sebanyak 14 tokoh nasional hadir dalam acara bersejarah di Auditorium BJ. Habibie BRIN, membahas strategi nasional untuk mengangkat daya saing Indonesia di kancah global

Jakarta, 14 Februari 2026  |  Auditorium BJ. Habibie BRIN, Jl. MH. Thamrin, Jakarta Pusat  |  08.30 – 12.30 WIB

Ikatan Alumni Perhimpunan Pelajar Indonesia (IAPPI) bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sukses menyelenggarakan acara peluncuran “Peta Jalan Strategis untuk Akselerasi Indonesia Berdaya Saing Global” pada Sabtu, 14 Februari 2026 di Auditorium BJ. Habibie BRIN, Jakarta Pusat. Acara yang berlangsung dari pukul 08.30 hingga 12.30 WIB ini dihadiri oleh jajaran menteri, pejabat tinggi negara, akademisi, dan tokoh-tokoh berpengaruh dari berbagai sektor.

Forum strategis ini menjadi momentum penting bagi Indonesia dalam merumuskan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan daya saing bangsa di era persaingan global yang semakin ketat. Peluncuran peta jalan ini diharapkan menjadi acuan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam mengorkestrasi kebijakan, inovasi, dan sumber daya nasional secara terpadu.

Tokoh-Tokoh Nasional Hadir sebagai Narasumber

Acara ini menghadirkan jajaran narasumber berkaliber tinggi yang mewakili berbagai sektor strategis. Dari lingkungan pemerintahan, hadir Letnan Kolonel (Inf.) Teddy Indra Wijaya, S.K.S. selaku Sekretaris Kabinet RI, dan Dr. Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., MPA, MA. selaku Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI. Sektor riset dan inovasi diwakili oleh Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si. selaku Kepala BRIN, serta Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D. selaku Kepala BPOM RI.

Dunia akademik dan pendidikan turut diwakili oleh Handa Satyanugraha Abidin, S.H., LL.M., Ph.D. selaku Rektor President University, dan Prof. Ir. Wiratni Budhijanto, S.T., M.T., Ph.D., IPM. dari Universitas Gadjah Mada. Sementara dari kalangan industri dan investasi, hadir Pandu P. Sjahrir, BA., MBA. selaku Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, dan Ir. Surya Darma, MBA., Ph.D., Dipl. Geotherm. Tech. selaku Vice President IDN-Global.

Dari unsur pemerintahan lainnya, hadir pula Dr. Bima Arya Sugiarto, S.Hum., MA. (Wakil Menteri Dalam Negeri RI), Dr. Sudaryono, B.Eng., MM., MBA. (Wakil Menteri Pertanian RI), Dyah Roro Esti Widya Putri, B.A., M.Sc. (Wakil Menteri Perdagangan RI), serta Puteri Anetta Komarudin, B.Com. (Anggota DPR RI / Komisi XI). Acara ini dipandu dan dikoordinasikan oleh Dr. Yuliandre Darwis, M.Mass.Comm., Ph.D. selaku Ketua Harian IAPPI.

Sorotan: Pemaparan H. Hendri Tanjung, Ph.D tentang UKM, Industri Halal, dan Inklusi Keuangan Islam

Salah satu pemaparan yang paling dinantikan dalam forum ini adalah presentasi dari H. Hendri Tanjung, Ph.D., Direktur Pasca Sarjana Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor. Beliau memaparkan kajian mendalam bertajuk “Hendri Tanjung’s Insights on SMEs, Halal Industry, and Islamic Financial Inclusion”, yang mencakup dua pilar utama: Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta Industri Halal dan Inklusi Keuangan Islam.

A. Usaha Kecil dan Menengah (UKM): Pilar Utama Ekonomi Nasional

Dalam pemaparannya, Prof. Hendri Tanjung menegaskan bahwa UKM merupakan pilar utama perekonomian Indonesia yang berkontribusi besar dalam penciptaan lapangan kerja, inovasi produk dan jasa, serta pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi berbasis lokal. UKM juga berperan dalam mendorong diversifikasi pasar, memberikan alternatif produk dan layanan di pasar domestik maupun internasional.

Namun demikian, Hendri Tanjung menyoroti tiga tantangan utama yang masih membelit UKM Indonesia, yaitu: (1) Akses pendanaan – banyak UKM kesulitan mendapatkan pembiayaan karena prosedur perbankan yang rumit dan kurangnya jaminan; (2) Persaingan pasar – dominasi perusahaan besar dan produk impor mempersulit UKM bersaing secara efektif; dan (3) Inefisiensi operasional – keterbatasan teknologi dan sumber daya manusia yang menghambat produktivitas.

Sebagai solusi, ia merekomendasikan tiga strategi: kebijakan pemerintah yang ramah UKM (termasuk subsidi dan pelatihan), solusi keuangan inovatif seperti pinjaman mikro dan crowdfunding, serta program peningkatan kapasitas melalui digitalisasi dan adopsi teknologi modern.

B. Industri Halal dan Inklusi Keuangan Islam: Ekosistem Berbasis Nilai

Pada bagian kedua, Hendri Tanjung mengulas potensi besar Industri Halal yang mencakup sektor makanan, minuman, kosmetik, farmasi, dan pariwisata. Ia menekankan bahwa produk halal bukan sekadar kewajiban religius, melainkan telah menjadi simbol kualitas dan etika produksi yang kini menarik minat konsumen non-Muslim sekalipun. Dengan populasi Muslim dunia yang terus meningkat, pasar halal diperkirakan bernilai triliunan dolar dan memberikan peluang strategis bagi Indonesia.

Hendri Tanjung juga memaparkan sinergi yang kuat antara Industri Halal dan Keuangan Islam. Keduanya sama-sama berbasis hukum syariah dengan fokus pada keadilan, kebersihan, dan keberlanjutan. Keuangan Islam menawarkan sumber modal yang bebas dari riba dan spekulasi, sehingga sangat relevan untuk mendukung pertumbuhan UKM dalam ekosistem halal. Kombinasi keduanya, menurutnya, dapat memperkuat rantai pasok global melalui solusi logistik, sertifikasi, dan pembiayaan berbasis syariah.

Dalam konteks Inklusi Keuangan Islam, ia menyoroti pentingnya menjangkau komunitas marjinal melalui instrumen inklusif seperti microfinance berbasis teknologi, wakaf produktif, dan Qard al-Hasan — pembiayaan non-komersial yang memberi akses bagi UKM yang sering terpinggirkan dari sistem keuangan konvensional. Inovasi digital melalui FinTech syariah disebut sebagai kunci untuk memperluas jangkauan layanan perbankan, terutama di wilayah-wilayah terpencil.

“Ekosistem halal yang terintegrasi dengan keuangan syariah bukan hanya soal memenuhi kewajiban agama – ini adalah strategi bisnis masa depan yang mampu menjawab tantangan global sekaligus menciptakan keadilan ekonomi yang sesungguhnya.”
– H. Hendri Tanjung, Ph.D., Direktur Pasca Sarjana UIKA Bogor

Komitmen Menuju Indonesia Berdaya Saing Global

Acara peluncuran ini menegaskan komitmen IAPPI sebagai wadah alumni pelajar Indonesia untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Kolaborasi lintas sektor yang terjalin dalam forum ini — antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan legislatif – mencerminkan semangat gotong royong nasional dalam menghadapi tantangan global.

Peta jalan strategis yang diluncurkan diharapkan menjadi panduan komprehensif bagi seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan, program, dan investasi yang berorientasi pada peningkatan daya saing Indonesia secara berkelanjutan. Secara khusus, paparan H. Hendri Tanjung, Ph.D. memberikan perspektif penting tentang bagaimana UKM dan ekosistem halal dapat menjadi motor penggerak ekonomi Indonesia di panggung internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *