Bogor – Sekolah Pranikah Bumi Ta’aruf resmi memulai rangkaian pembelajarannya oleh H. Hendri Tanjung, Ph.D sebagai pemateri perdana. Kegiatan ini
diselenggarakan di Masjid Al I’tisham pada Sabtu, 1 Agustus 2026, pukul 20.00–
21.00 WIB, dan diikuti oleh 24 peserta yang terdiri dari 14 peserta hadir secara
langsung (ofline) dan 10 peserta mengikuti secara daring (online).


Dalam sesi pembuka bertajuk “Membentuk Keluarga dalam Islam” ini, Buya Hendri
Tanjung memaparkan hakekat keluarga menurut ajaran Islam. Beliau menjelaskan
bahwa keluarga, atau dalam istilah Arab disebut usrah, a’ilah, ahlun, atau asyir,
merupakan satuan terkecil dari masyarakat. Jika dikaitkan dengan konsep
keislaman, terbentuklah istilah Al-Usroh Muslimah, yaitu keluarga yang seluruh
aktivitas pembentukannya didasarkan pada syariat Islam, bersumber dari Al-Qur’an
dan as-Sunnah, serta dibangun di atas akidah yang kokoh dengan semangat
beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Materi kemudian berlanjut pada pembahasan fungsi-fungsi keluarga dalam Islam.
Buya Hendri Tanjung menguraikan tiga fungsi utama: pertama, keluarga sebagai
sarana untuk memperoleh ketenangan hidup, sebagaimana disebutkan dalam QS.
Al-A’raf ayat 189 dan QS. Ar-Rum ayat 21; kedua, keluarga sebagai mitra dalam
beribadah, yang dikuatkan dengan hadits mengenai anjuran suami istri saling
membangunkan untuk shalat malam; dan ketiga, keluarga sebagai bangunan
ta’awun atau tolong-menolong, merujuk pada QS. Al-Baqarah ayat 187 yang
menggambarkan suami dan istri ibarat pakaian bagi satu sama lain.
Tak hanya membahas fungsi keluarga secara umum, Buya Hendri Tanjung juga
menyampaikan pembagian peran dan tanggung jawab antara suami dan istri.
Merujuk pada QS. An-Nisa ayat 34, beliau mengingatkan bahwa laki-laki adalah
pemimpin bagi kaum wanita, sehingga seorang suami dituntut untuk memberi
contoh yang baik, memberi nasihat, dan bersikap sabar dalam memimpin
keluarganya. Sementara itu, peran istri turut disinggung melalui beberapa hadits, di
antaranya mengenai keutamaan wanita yang menjalankan shalat lima waktu,
berpuasa, menjaga kehormatan diri, dan menaati suaminya.


Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi sepanjang sesi berlangsung. Baik peserta
yang hadir langsung di Masjid Al I’tisham maupun yang mengikuti secara daring
tampak aktif menyimak pemaparan materi hingga akhir sesi. Kehadiran 24 peserta
pada pertemuan perdana ini menjadi awal yang baik bagi keberlangsungan program
Sekolah Pranikah Bumi Ta’aruf Al I’tisham ke depannya.
Program Sekolah Pranikah Bumi Ta’aruf Al I’tisham diharapkan dapat terus berlanjut
dengan menghadirkan materi-materi lain seputar persiapan pernikahan dan
pembentukan keluarga yang sesuai dengan tuntunan Islam, guna membekali para
peserta yang tengah mempersiapkan diri menuju jenjang pernikahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *