BOGOR — Pakar ekonomi syariah, Buya Hendri Tanjung, Ph.D, hadir sebagai penceramah dalam kegiatan kajian rutin yang berlangsung di Masjid Al I’tisham pada Sabtu, 5 September 2026. Dalam kesempatan tersebut, beliau membawakan materi kajian Fiqh Muamalah dengan fokus pembahasan mengenai konsep dan bahaya riba dalam perspektif Islam serta perbandingannya dengan literatur barat.Dalam pemaparannya, Buya Hendri Tanjung mengurai definisi riba secara mendalam baik dari literatur Fiqh Islam maupun pandangan akademis dunia. Beliau menjelaskan perbedaan mendasar antara interest (bunga bank biasa) dan usury (bunga tinggi/lintah darat) yang kerap dikaji dalam rujukan internasional seperti Encyclopedia Britannica dan Americana. Tak hanya itu, pandangan filsuf klasik Aristoteles yang menolak gagasan uang dapat “beranak-pinak” dari pinjaman turut dibahas untuk memperkuat prinsip dasar kaidah muamalah: kullu qardin jarra naf’an fahuwa ribaa (setiap pinjaman yang mengambil manfaat tambahan adalah riba). Beliau juga menyoroti maraknya fenomena pinjaman online (pinjol) ilegal yang menerapkan bunga harian hingga memberatkan masyarakat. Kajian diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif terkait etika pelunasan utang dan penyelesaian piutang sesuai arahan Surah Al-Baqarah ayat 280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *