Jakarta – Assoc. Prof. H. Hendri Tanjung, Ph.D., Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor, tampil sebagai salah satu pembicara dalam Simposium “Sumbangan Ekonomi Pancasila, Ekonomi Islam dan Ekonomi Konvensional: Menuju Pembangunan Indonesia yang Berkeadilan Sosial” yang digelar Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Selasa, 8 September 2026, di Ruang Graha Sawala, Gedung Ali Wardhana, Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat.Simposium ini dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Dr. (H.C.) Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T., dan menghadirkan Ketua Umum IAEI sekaligus Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. sebagai pembicara kunci. Selain Hendri Tanjung, hadir pula pembicara lain yakni Prof. Dr. Didin S. Damanhuri, S.E., M.S., D.E.A., Prof. Bambang Juanda, dan Dr. Hendri Saparini, dengan sesi diskusi dimoderatori oleh Prof. Dr. Euis Amalia, M.Ag.

Dalam paparannya, Hendri Tanjung menyampaikan gagasan mengenai arah baru pembangunan ekonomi Indonesia yang berbasis prinsip syariah. Ia menekankan pentingnya membangun sebuah ekosistem ekonomi yang saling terhubung antara sektor keuangan syariah, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), instrumen zakat dan wakaf, fintech syariah, serta sektor riil. Menurutnya, keterpaduan berbagai elemen tersebut merupakan instrumen kunci untuk mendorong pemberdayaan ekonomi umat sekaligus pemerataan kesejahteraan di masyarakat.

Kehadiran Hendri Tanjung sebagai pembicara, yang beriringan dengan keterlibatan Sekolah Pascasarjana UIKA Bogor sebagai co-host acara, menjadi bukti nyata kontribusi institusi tersebut dalam mempertemukan tiga perspektif sekaligus: kajian akademik, prinsip ekonomi Islam, dan arah kebijakan pembangunan nasional. Posisinya sebagai Direktur Sekolah Pascasarjana turut memperkuat peran UIKA Bogor dalam diskursus ekonomi syariah di tingkat nasional.

Pemikiran Hendri Tanjung tersebut melengkapi rangkaian pandangan pembicara lain dalam simposium. Prof. Dr. Didin S. Damanhuri menyoroti perspektif Ekonomi Pancasila yang menempatkan kepentingan masyarakat dan keadilan sosial sebagai orientasi utama pembangunan, sementara Prof. Bambang Juanda menekankan pendekatan akademik dan empiris agar kebijakan ekonomi lebih efektif dan berkeadilan. Adapun Dr. Hendri Saparini menggarisbawahi pentingnya kemandirian ekonomi dan keberpihakan kebijakan terhadap masyarakat serta sektor riil.Pemerintah menilai forum semacam ini penting untuk mempertemukan gagasan, kebijakan, dan ekosistem ekonomi syariah, guna menghasilkan rekomendasi konkret bagi pembangunan Indonesia yang lebih inklusif dan berkeadilan sosial. Gagasan Hendri Tanjung tentang ekosistem ekonomi syariah yang terintegrasi dipandang relevan sebagai salah satu jalan menuju tujuan tersebut, sekaligus menegaskan posisi ekonomi Islam sebagai bagian penting dari arsitektur pembangunan ekonomi nasional ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *