BOGOR – Pada hari Jumat, 8 Mei 2026, Masjid Al Ghozi yang berlokasi di Taman Yasmin, Bogor, menghadirkan Hendri Tanjung, Ph.D. sebagai khatib salat Jumat. Dalam khotbahnya, beliau mengangkat tema krusial mengenai kiat melatih jiwa agar tetap tenang, khususnya dalam menghadapi momen sakaratul maut. Beliau menekankan bahwa kematian adalah sebuah kepastian bagi setiap mahluk yang bernyawa, sehingga persiapan batin menjadi hal yang paling utama agar saat waktunya tiba, seseorang dapat dipanggil oleh Allah SWT sebagai “nafsul mutmainnah” atau jiwa yang tenang, sebagaimana dijanjikan dalam surat Al-Fajr untuk menjadi penghuni surga.

Mengutip tafsir Al-Wajiz karya pakar tafsir kaliber internasional, Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, Hendri Tanjung memaparkan dua langkah utama untuk meraih ketenangan jiwa tersebut. Langkah pertama adalah dengan memperbanyak zikrullah atau mengingat Allah. Beliau menjelaskan bahwa bentuk zikir terbaik adalah salat, sehingga jamaah diimbau tidak hanya mencukupkan diri dengan salat wajib, tetapi juga menghidupkan salat-salat sunah seperti rawatib, tahajud, witir, duha, hingga melaksanakan salat syuruq (salat setelah terbit matahari) dengan tetap berzikir atau menuntut ilmu di masjid setelah subuh.

Langkah kedua yang disampaikan adalah sikap rida terhadap segala ketentuan dan takdir Allah SWT. Hendri Tanjung menjelaskan bahwa kegelisahan hati sering kali bersumber dari ketidakmampuan manusia menerima ujian, baik berupa sakit maupun kesulitan ekonomi. Dengan menerima fakta yang terjadi dan rida atas ketetapan-Nya, batin akan menjadi lebih stabil dan dekat dengan Sang Pencipta. Beliau menutup khotbahnya dengan pengingat bahwa usia rata-rata umat Nabi Muhammad SAW berada di kisaran 60 hingga 70 tahun, dan karena kematian bersifat “nomor cabut” bukan “nomor urut,” maka setiap individu harus senantiasa siap kapan pun ajal menjemput.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *